Cinta yang Tulus...

Suatu hari di musim semi yang indah...

Seorang anak perempuan berumur 6 tahun, sebut saja, Alisa, menghampiri ibunya yang sedang berada di dapur. Saat itu ibunya sedang lelah dan berpeluh karena pekerjaannya. Dan Aisyah datang kepada ibunya, menyodorkan secarik kertas.

Dengan senyuman termanisnya, Alisa cilik berkata dengan pelan, "Ibu, tolong bacalah,"


Di kertas itu tertulis,
"Memotong rumput Rp20.000,00, membersihkan kamar sendiri Rp5.000,00, pergi belanja ke pasar Rp5.000,00, menjaga adik saat sedang sendirian di rumah Rp10.000,00, membuang sampah Rp5.000,00, mengerjakan tugas sekolah dengan baik Rp15.000,00, menyapu halaman Rp5.000,00, ..."

Lalu, Aisyah cilik menambahkan, "Total semuanya Rp65.000,00, Bu!" katanya dengan nada bersemangat.

Melihat tingkah Alisa cilik yang seperti itu, Ibu hanya bisa tersenyum simpul, sambil mengambil secarik kertas polos. Dan di kertas itu, Ibu menulis,
"Sembilan bulan mengandungmu di dalam perutku, gratis. Menjagamu sepanjang malam, gratis. Merawatmu saat engkau sakit, gratis. Air mata yang kulelehkan karena dirimu, gratis. Kalau dijumlah, semua cintaku untukmu, gratis. Setiap waktu yang kuluangkan untuk menjaga dan merawatmu, gratis,"

Lalu, Ibu menambahkan, "Dan diluar semua itu, seluruh cinta sejatiku untukmu, gratis!" kata Ibu sambil mencubit pipi Alisa.

Seketika Alisa terdiam, dan perlahan sungai kecil mengalir dan menciptakan air terjun di matanya. Alisa terkesiap, dan dengan terbata-bata, Alisa cilik berkata, "Ibu, aku sayang Ibu!," sambil memeluk Ibunya.

Lalu Alisa melepas dengan sejenak pelukannya tadi, mengambil secarik kertas yang tadi ia serahkan, dan dituliskannya di situ, "Lunas."

(Dikutip dengan pengubahan dan penyesuaian seperlunya dari Chicken Soup of The Soul: Cinta yang Tulus, M. Adams. PT Gramedia Pustaka Utama: 2006)

Salam persahabatan, salam sejahtera, salam Blogger, dan salam (calon) novelis,
@RMujahid_Zee11

Keep Smile! :)

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)