Majapahit, one of the great kingdom in Indonesia

Hai sobat, berjumpa lagi bersama Zee, kali ini gua akan sedikit berbagi cerita tentang salah satu kerajaan Indonesia terfavorit buat gua: kerajaan Majapahit! Jangan ngaku orang Indonesia kalo gak tahu salah satu kerajaan yang sempat menjadi yang paling berjaya di Nusantara ini! Yuk telusuri, cekidot!

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang dulu nguasain hampir seluruh wilayah Nusantara, yang pusatnya di sekitar Sungai Brantas, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, sob. Kalo sobat mau tahu lebih banyak tentang Majapahit, bisa ngedatengin atau baca salah satu (atau semuanya kalo kuat :D ) salah satu dari referensi berikut:

a.      Candi Sumberjati, berlokasi di Simping,
b.      Candi Budha, tempatnya di Antahpura,
c.       Prasasti Tuhanaru, yang berisi tentang Jayanegara
d.      Kakawin Negarakertagama, yang ditulis sama Empu Prapanca,
e.      Serat Pararaton,
f.        Kitab Sutasoma, karangan Empu Tantular,
g.      Prasasti Butak, yang dibuat atas perintah Raden Wijaya kutuk menceritakan awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Daannn masih ada lagi sumber lain!

Kerajaan Majapahit berkuasa sekitar 280-290 tahun lamanya. Raja pertamanya Raden Wijaya, kemudian setelah wafat digantikan oleh Jayanegara, sementara masa keemasan dari Kerajaan Majapahit menghiasi Nusantara ini pada masa Raja Hayam Wuruk yang memiliki patih yang bernama Patih Hamangkubhumi Gajah Mada. Pada masa Hayam Wuruk yang juga bergelar Maharaja Sri Rajasanegara ini, Kerajaan Majapahit mampu memperluas kekuasaannya hingga ke seluruh Sumatra, Maluku, bahkan Papua, dan “meluber” hingga ke wilayah lain di Asia Tenggara! Bayangin aja sob kalo sobat jadi raja sehebat dia, pastinya bener-bener mengemban amanat yang berat banget, dan diperlukan ketangguhan dan intelektualitas yang tinggi supaya wilayah yang sudah dikuasain itu tetap bisa berada dalam genggaman!

Semua kehebatan Hayam Wuruk itu tak terlepas dari sumpah yang disuarakan oleh patihnya, Gajah Mada, yang bernama Sumpah Palapa, yang berbunyi


Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".


Terjemahannya,

Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

Sungguh besar dan mulia cita-cita patih Gajah Mada tersebut. Dengan segenap perjuangannya, bersama Hayam Wuruk, ia berhasil melebarkan sayap Kerajaan Majapahit. Sayangnya hubungannya merenggang sejak terjadinya peristiwa Bubat.

Raja terakhir Kerajaan Majapahit adalah Ramawijaya/Girindrawardhana yang bergelar Brawijaya VI dan mengakhiri kekuasaan Majapahit pada tahun 1498 M.

Dari kekuasaan Majapahit tersebut, tentunya kita telah banyak mengambil pelajaran, terutama berkaitan dengan tekad dan semangat yang dimiliki oleh Gajah Mada sebagai patihnya Hayam Wuruk. Semoga setelah kita mempelajari sejarah Kerajaan Majapahit kita mampu menjadikan hidup kita menjadi lebih penuh dengan tekad kuat!

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)