Perbedaan Candi Hindu-Budha dan Jateng-Jatim

Jumpa lagi, sobat! Kali ini Zee akan berbagi sedikit pengetahuan tentang perbedaan candi-candi Hindu-Budha dan candi-candi yang terletak di Jateng-Jatim. Langsung aja ya!! :)

Candi Hindu & Budha
Berikut adalah ciri-ciri spesifik yang membedakan candi Hindu dengan Budha:

CANDI HINDU
  • Umumnya sebagai makam raja-raja dan pemujaan para dewa 
  • Bentuk candi ada tiga:
    • Bhurloka (bagian kaki candi), melambangkan fana sebagai tempat menaruh pripih
    • Bhuvarloka (tubuh candi), melambangkan dunia kebersihan atau kemurnian sebagai tempat patung dewa
    • Svarloka (atap candi), Melambangan dunia para dewa (merupakan persembahan)
  • Di puncaknya terdapat bentuk ratna
  • Terdapat arca dewi trimurti
  • Tata letaknya linear, asimetris, mengikuti topografi (penampang ketinggian) lokasi; dengan candi utama terletak di belakang, paling jauh dari pintu masuk, dan seringkali terletak di tanah yang paling tinggi dalam kompleks candi, candi perwara terletak di depan candi utama
  • Bahannya dari bata merah
  • Arahnya menghadap barat
  • Gawang pintu dan hiasan relungnya tak seperti buddha, Hanya kepala Kala tengah menyeringai lengkap dengan rahang bawah terletak di atas pintu, sementara makara tidak ada
  • Bentuk candinya ramping
 CANDI BUDHA
  • Fungsi utamanya adalah sebagai tempat pemujaan para dewa 
  • Bentuk candi ada tiga (namun berbeda dengan Hindu):
    • Kamadatu (bagian dasar). Bagian ini melambangkan kehidupan yang penuh dosa
    • Rupadatu (bagian tengah). Bagian ini melambangkan kehidupan yang mementingkan hal-hal duniawi
    • Arupadatu (bagian pucak/atas). Bagian ini telah mencapai nirwana, yaitu melambangkan kehidupan keselamatan jiwa. Merupakan tempat para dewa.
  • Pada puncak candi terdapat bentuk stupa
  • Terdapat arca Budha baik dalam kelompok dyani budha maupun dyani bodhisatwa.
  • Mandala konsentris, simetris, formal; dengan candi utama terletak tepat di tengah halaman kompleks candi, dikelilingi jajaran candi-candi perwara yang lebih kecil dalam barisan yang rapi
  • Bahannya adalah batu andesit
  • Arahnya menghadap timur
  • Gawang pintu dan hiasan relungnya bergaya Kala-Makara; kepala Kala dengan mulut menganga tanpa rahang bawah terletak di atas pintu, terhubung dengan Makara ganda di masing-masing sisi pintu
  • Berbentuk tambun
Selanjutnya adalah perbedaan corak (langgam) candi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dengan yang terletak di Provinsi Jawa Timur.

CANDI JATENG
1. Bentuk bangunannya tambun.
2. Atapnya bertingkat-tingkat.
3. Puncaknya berbentuk ratna atau stupa.
4. Letak candi di tengah halaman.
5. Pada umumnya menghadap ke arah timur dan terletak di tengah taman.
6. Kebanyakan bahan candi dari batu andesit.
7. Relief timbulnya agak tinggi dan sifatnya naturali.
8. Berhiaskan kala mangkara di atas pintu masuk atau relung
9. Umur candi lebih tua
10. Berfungsi sebagai tempat pemujaan.
11. Menggambarkan susunan masyarakat yang feodal.
12. Lama pembangunan lebih pendek.


CANDI JATIM
1. Bentuk bangunannya ramping.
2. Atapnya berbentuk piramida jenjang.
3. Puncaknya berbentuk kubus.
4. Letak candi di bagian belakang halaman.
5. Pada umumnya menghadap ke barat dan terletak di bagian selatan,
6. Kebanyakan bahan candi dari bata merah.
7. Relief timbulnya tidak menonjol, bersifat simbolis.
8. Tidak ada hiasan kala mangkara di atas pintu masuk.
9. Umur candi lebih muda
10. Berfungsi sebagai kuburan raja-raja.
11. Menggambarkan susunan masyarakat yang federal
12. Lama pembangunan lebih panjang
.

Berikut adalah raja-raja yang dimakamkan di kompleks candi:
1. Anusapati (Singasari): Candi Kidal (sebelah tenggara malang)
2. Ranggawuni (Singasari): Candi Kumitir. dimakamkan sebagai perwujudan Syiwa
3. Erlangga (kerajaan Medang): Candi Belahan (Tirtha) di lereng gunung Pananggungan Jawa Timur
4. Hayam Wuruk (Majapahit): Candi Ngetos, dekat Berbek, Nganjuk
5. Raden Wijaya (Majapahit): Candi Simping/Candi Syiwa, Dimakamkab sebagai perwujudan Syiwa, dan Candi Buddha di dalam kota Majapahit.
6. Kertanegara (Singasari): Candi Jawi dan Candi Singhasari
7. Raja Indra (Mataram Kuno): Candi Pawon (Candi Brajanala/Wrajanala, artinya petir, yang dimana dewa indra memakai petir sebagai senjata)
8. Ken Arok (Singasari): Candi Kagenengan, yang mungkin terletak di atas Gunung Katu, Malang
9. Raja Rakai Pikatan (Mataram Kuno): Candi Prambanan, Klaten, Yogyakarta


Demikian telah dijelaskan perbedaan-perbedaan candi. Sampai jumpa di kiriman berikutnya!

Keepthinkposititve. @mujahidziyad 

Sumber:
http://infoindo-dz.blogspot.com/2015/03/perbedaan-perbedaan-candi.html
http://sobatrasfannia.blogspot.com/2015/01/perbedaan-candi-hindu-budha-paling.html
https://books.google.com/books?isbn=9797468003
https://books.google.com/books?isbn=9796767074
dan ilmu pengetahuan Allah swt. yang lainnya      

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)