Nama-nama Pahlawan Indonesia yang Dijadikan Nama Jalan di Luar Negeri

Hai sobat Zee! Bertemu lagi dalam kiriman-kiriman "menyejarah" di blog ini hehe. Sekarang Zee akan sedikit berbagi fakta mengenai nama-nama pahlawan Indonesia yang menjadi nama jalan di luar negeri. Penasaran?

1. Rabat, Maroko
Sosok mantan Presiden Ir Soekarno sangat dihargai di mata pemimpin Maroko. Terlebih berkat perannya di Konferensi Asia Afrika. Puncaknya terjadi saat Raja Muhammad V mengabadikan nama Soekarno sebagai nama jalan di ibukota Maroko, Rabat.



Bahkan peresmian jalan yang dilakukan pada 2 Mei 1960 ini dilakukan secara langsung oleh Presiden Soekarno. Semula jalan ini bernama Sharia Al-Rais Ahmed Soekarno namun sekarang dikenal dengan Rue Soekarno. Lokasi jalan yang berada tepat di depan kantor pos pusat Maroko ini berada di tengah pusat kota Rabat.

Selain mengabadikan nama Soekarno sebagai nama jalan, Maroko juga menggunakan Jakarta sebagai nama jalan. Sebagai gantinya, pada pertengahan tahun 1990, Jakarta menggunakan nama Casablanca sebagai nama jalan.

2. Harleem, Belanda
Mantan wakil presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta tercatat pernah melanjutkan pendidikannya di Belanda. Sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia yang pernah menimba ilmu di Negeri Kincir Angin tersebut, pemerintah Belanda mengabadikan nama Mohammad Hatta sebagai nama jalan.
 

Nama Mohammad Hatta diabadikan sebagai nama jalan di Haarlem, Belanda. Nama jalan yang dikenal dengan sebutan Mohammed Hattastraat berada di kawasan perumahan Zuiderpolder yang dibangun pada tahun 1987. Pemberian nama jalan ini ditetapkan oleh Walikota RH Claudius
 

Mohammad Hatta muda bersekolah di Handels Hogeschool, yang sekarang menjadi Universitas Erasmus Rotterdam. Pria kelahiran Bukit Tinggi itu menuntut ilmu di Belanda selama 11 tahun, yakni mulai dari tahun 1921 hingga 1932.
 

Di sekitar Jalan Muhammad Hatta, ada juga jalan Sutan Sjahrir. Sutan Sjahrir pernah menjabat Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) merangkap Ketua Badan Pekerja KNIP pada 16 Oktober-28 November 1945. Sjahrir juga pernah tiga kali memimpin kabinet parlementer sebagai Perdana Menteri pada 15 November 1945 sampai 27 Juni 1947.
 

Pada 30 Juni 1947 hingga akhir Januari 1950, Sutan Sjahrir menjabat sebagai penasihat presiden. Ia juga pernah menjadi Duta Besar Keliling RI pada 1947.

3. Raden Ajeng Kartini
Selain mengabadikan nama mantan Wakil Presiden RI Mohammad Hatta sebagai nama jalan, Belanda juga menggunakan nama pahlawan wanita asal Jepara, Raden Ajeng Kartini sebagai nama jalan di ibukota Belanda, Amsterdam. Nama jalan pejuang hak emansipasi wanita itu berada di Amsterdam Zuidoost atau yang dikenal dengan sebutan Bijlmer. Nama jalan Kartini juga ada di Haarlem.

4. Ahmed Sokarno di Mesir

Puncak harmonisnya hubungan RI – Mesir, terjadi ketika kedua negara ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dari Indonesia dan Gammal Abdul Nasser dari Mesir. Untuk diketahui, Presiden Indonesia pertama dikenal di Mesir dengan nama Ahmad Soekarno. Penambahan nama Ahmad dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memperkuat nuansa keislaman sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir bahwa Presiden Indonesia beragama Islam, seragam dengan nama Wakil Presiden yang diawali nama Mohammad, lengkapnya Mohammad Hatta. Keduanya (Ahmad dan Muhammad) merupakan nama-nama Islami.
Dipilihnya nama Soekarno, karena Soekarno adalah pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan terhadap Presiden Soekarno. 

5. Den Haag, Belanda

Munir. Pejuang Hak Azasi Manusia ini diabadikan menjadi nama jalan oleh pemerintah Belanda atas kiprahnya memperjuangkan HAM di Indonesia. Munir Straat akan berada di kota Den Haag, Belanda. Munir yang kita ketahui meninggal di dalam pesawat sewaktu beliau melakukan perjalanan dari Indonesia menuju Belanda. Dokter Belanda menemukan racun arsenik dalam tubuh pria yang gencar membongkar kasus penculikan aktivis 1997-1998 itu.

Masih ada beberapa jalan lagi yang namanya berasal dari Indonesia... Tentunya kita berbangga dengan adanya penamaan jalan menggunakan nama pahlawan kita, dan membuat kita lebih menghargai keberadaan pahlawan di dalam hati kita!

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)