Semi-Military Organization on Japan's Occupation on Nusantara

Hai, sobat Zee! Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita-cerita yang berkaitan dengan masa pendudukan Jepang di Nusantara.
Seperti yang kita tahu, walaupun Jepang hanya menduduki Nusantara untuk masa kurang lebih hanya 3,5 tahun, namun dampak yang diberikannya cenderung lebih hebat dibanding apa yang dibawa Belanda dan negara-negara Eropa lain yang lebih awal menduduki Indonesia (padahal penjajah Eropa saja sudah berhasil menyengsarakan dan memberikan penderitaan yang amat besar kepada sebagian besar masyarakat Nusantara, apalagi saat masa Jepang...)



Mari kita bahas beberapa hal mengenai lembaga-lembaga semi-militer yang muncul pada masa pendudukan Jepang.



1. Suishintai (Barisan Pelopor)
Badan semi-militer yang dibentuk pada tanggal 1 November 1944 ini dipimpin oleh salah satu founding father bangsa Indonesia, yakni Ir. Soekarno. Tentunya Soekarno tidak sendirian, beliau dibantu oleh wakil-wakilnya yaitu Otto Iskandardinata, R.P Suroso, dan dr. Buntaran Martoatmojo. Cerdasnya para tokoh nasionalis tersebut adalah mereka memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan cara menanamkan rasa nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia. Salah satu contohnya adalah para pemuda diberikan materi pidato yang berisikan semangat nasional.

2. Seinendan (Barisan Pemuda)
Seinendan adalah sebuah lembaga semi-militer yang didirikan pada tanggal 29 April 1943, yang pada hari itu merupakan hari ulang tahun kaisar Jepang. Badan ini berada di bawah pimpinan langsung Gunseikan. Tujuan didirikannya badan ini ialah untuk melatih para pemuda tanah air agar dapat membela dan mempertahankan negaranya sendiri. Akan tetapi, Jepang tidak semata-mata melatih para pemuda Indonesia saja, Jepang pasti memiliki maksud lain. Benar saja, ternyata Jepang memiliki misi tersembunyi, yakni mendapatkan tentara muda yang kuat sebagai cadangan tentara Jepang dan membantunya melawan sekutu.

3. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
Lembaga militer yang satu ini didirikan bersamaan dengan Seinendan, yaitu tanggal 29 April 1943. Yang membedakan Keibodan dengan Seinendan adalah Keibodan tidak terpengaruh oleh kaum nasionalis karena badan ini berada di bawah langsung pengawasan polisi. Badan ini tentunya bertugas untuk membantu tugas-tugas para polisi. Keibodan dibentuk di daerah Jawa, Sumatra dan daerah-daerah yang dikuasai oleh angkatan laut Jepang.  Contohnya di Sumatra, Keibodan disebut dengan nama Bogodan. Selain itu, di Kalimantan ada badan serupa yang diberi nama Borneo Konan Kokokudan.

4. Fujinkai (Barisan Wanita)
Tidak hanya para pria yang mendapatkan pendidikan tentang kemiliteran, tetapi wanita juga mendapatkannya. Para wanita yang dilatih serta diajarkan hal-hal kemiliteran tersebut bergabung dalam badan semi-militer Fujinkai. Badan ini berisikan wanita dengan rentang umur 15 tahun ke atas. Tujuan badan ini ialah membantu untuk memperkuat pertahanan tentara dengan mengumpulkan dana wajib dari para anggotanya berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang. Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1944.

5.Gakukotai (Barisan Pelajar)
Lembaga semi-militer ini dibentuk pada tanggal 15 Desember 1944. Barisan ini tentunya berisi para pelajar dan mahasiswa Indonesia. Keuntungan lembaga ini ialah para anggotanya yang intelektual serta terpelajar.

6. Jibakutai (Barisan Berani Mati)
Dibentuk pada tanggal 8 Desember 1944, Jibakutai beranggotakan prajurit yang disebut sebagai unit kamikaze udara maupun laut. Sedangkan tugasnya ialah sebagai prajurit perang dunia kedua.

7. Kempetai (Barisan Polisi Rahasia)
Satuan polisi militer yang satu ini bersifat rahasia yang ditempatkan di wilayah Jepang serta seluruh daerah jajahannya. Kempetai memiliki kesamaan dengan unit Gestapo milik Nazi Jerman, yakni sama-sama bertugas sebagai polisi militer rahasia. Kedisiplinan dan kekejamannyalah yang membuat badan ini terkenal.

8. PETA (Pembela Tanah Air)
Sejak didirikan pada tanggal 3 Oktober 1944, PETA telah melahirkan para anggota yang menjadi pemimpin Indonesia seperti Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Soedirman dan Jenderal Soeharto. PETA dibentuk atas usul dari Gatot Mangkupraja. PETA beranggotakan pemuda-pemuda yang dilatih kemiliteran.

9. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
Merupakan prajurit-prajurit Indonesia yang diberi latihan militer dan diberi kesempatan untuk menggunakan senjata anti-pesawat, tank dan artileri medan. Badan ini dibentuk pada bulan April 1943. Prajurit-prajurit tersebut ditempatkan langsung dalam angkatan darat maupun angkatan laut Jepang.

10. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Pusat Tenaga Rakyat atau yang biasa disingkat PUTERA pertama kali didirikan pada tanggal 1 Maret 1944 oleh pemerintah Jepang di Indonesia. PUTERA dipimpin oleh tokoh-tokoh terkenal yang bergabung dalam Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantara dan K.H. Mansyur. Tujuan utama dari PUTERA ialah membujuk para kaum nasionalis bersama kaum intelektual untuk menyatukan pikiran dan tenaganya untuk kepentingan Jepang melawan sekutu. Jepang berharap dengan diketuai oleh para tokoh pimpinan Indonesia, rakyat Indonesia akan bersatu mengikutinya. Akan tetapi pada kenyataannya tidak. Maka dari itu, karena lembaga ini tidak menguntungkan Jepang, PUTERA dibubarkan dan diganti oleh Jawa Hokokai.

11. Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
Organisasi ini adalah suatu perkumpulan pengganti PUTERA yang didirikan pada tanggal 1 Maret 1944. Organisasi ini bersifat resmi dan diawasi langsung oleh pejabat Jepang sendiri. Gunseikan merupakan pemimpin tertinggi dalam perkumpulan ini dan Soekarno menjadi penasihat utamanya.

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)