#sedikitrangkaiankata 50: Rindu

Aku rindu pada santainya kehidupan di rumah sendiri
Aku rindu pada sejuknya air yang membasahi ragaku setelah lelah beraktivitas
Aku rindu pada belasan film atau bahkan lebih, yang kutonton tanpa henti dan hanya berhenti kala Dia memanggil tuk menghadapkan diri
Aku rindu suara mereka yang merdu ketika melantunkan Al-Qur'an secara murattal, setiap pukul 5 lewat dua puluhan menit dimulai dan berakhir hingga sepuluh menit sebelum azan
Aku rindu menonton acara berita di televisi, yang biasanya berisi berita korupsi, atau Freeport, atau Jokowi
Aku rindu mendengar gema Al-Qur'an yang dibaca oleh ratusan orang dari mereka di masjid itu
Aku rindu bercengkrama dengan keluargaku
Aku rindu tertawa tak terbatas bersama teman-temanku di asrama
Aku rindu nasi uduk betawi yang sudah sejak kelas 4 SD aku santap, rasanya amat sedap
Aku rindu makaroni telor
Aku rindu kawan-kawanku disini: Fathur, Adam, Desta, Ajeng, Nurul, Hilwa, Windi, dan lainnya, tak cukup tulisan ini menyebutkannya
Aku rindu Fahrul, Zhofir, Ashari, Ivan, dan konco-koncoku disana

Aku rindu mata yang indah, wajah yang cerah, dan senyum yang menggugah, darinya, dia yang berwajah sebening embun.

Bandung, 22 Desember 2015

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)