#sedikitrangkaiankata 52: Tangis

Dalam gelap, aku menangis. Meringis.
Ingin rasanya aku menjadi habis. Mengiris.
Hati ini terkoyak, lumat begitu sadis. Miris.
Datang cahaya, aku masih menangis. Merintih dan mengaduh.
Cahaya itu memelukku, tapi luka hati ini masih belum sembuh.
Datang embun, aku masih saja terus mengeluh.
Rasanya beban ini berat betul, menekan pikiranku begitu kukuh.
Air mataku habis, embun menggantikannya. Akhirnya hatiku luluh.

Bekasi, 23.12.15, pukul 03.41. Saat sahut-sahutan murattal mulai terdengar.

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)