#sedikitrangkaiankata 53: Hidup

Disini, aku hidup bersama milyaran bakteri yang tiada bisa kupandang dengan mata telanjang. Begitu pun kau.
Disini, aku hidup bersama keluarga yang setiap pagi sarapan bersama, setiap siang santap bersama, dan setiap sore pun demikian, dan kami bersantap tak perlu kenyang. Begitu pun kalian.
Disini, aku hidup merangkai harapan. Membangun jembatan menuju keberhasilan.
Disini aku hidup di batas zaman. Melihat sekeliling yang kini semakin edan. Entah mengapa manusia santai saja hidup di lingkungan serbarusak yang mereka ciptakan. Kuharap kalian tidak begitu.
Hidup hanya sebentar, raihlah kemenangan selagi tenaga masih besar. Hidup ini singkat, carilah rahmat sampai dapat. Hidup hanya sekali, berilah manfaat berkali-kali. Jika kau tak bisa memakai raga, hiduplah dengan merangkai kata untuk mendobrak kelaliman tanpa suara.

Menuju Merak, 23 Desember 2015. Sungguh melelahkan...

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)