#sedikitrangkaiankata 55: Istirahat

Di dalam Manchester Airport
Sudah kelamaan Zetta beristirahat. Tanpa sadar, tiba-tiba ia sudah berada dalam mobil lagi. Ayah di depan, menyetir mobil.

Dad, where are we goin’?” tukas Zetta. Matanya masih rapat. Jam menunjukkan pukul 2 dini hari.
“Ke Manchester Airport.”
“Ngapain?”
“Ke Jakarta.”
“Ha?”
“Menyusul Mom.”
Mom ngapain?”
“Kerja.”
“Kerja apa?”
“Entah.”

Zetta tak bertanya lagi. Jujur, ternyata dia masih lelah. Tadinya dia mau istirahat sampai pukul 3. Setidaknya masih ada waktu untuk salat Tahajud. Ditambah jawaban Ayahnya yang dingin. Zetta makin tak berselera. Manchester Airport sudah di depan mata...

***

Aku sedang duduk termenung. Di depan mataku terhampar Bogor yang indah. Matahari sedang silau, tapi sejuk udara masih terasa.

Aku tidak sedang liburan seperti orang Jabodetabek yang ingin bersantai di Puncak. Disinilah rumahku, yang biasa saja namun indah dipandang mata. Sebuah rumah bergaya minimalis dengan cat putih yang mendominasi. Ada aksen merah yang menghiasi di situ, dan aku sangat menyukainya. Ya, aku cinta warna merah melebihi apapun.

Istirahatku sudah memuaskan. Setelah pulang dari sekolahku yang berasrama, SMA Nusantara, aku langsung terkapar. Dua hari lalu tepatnya, aku tuntaskan perjalanan melelahkan dari Pandeglang, Banten, hingga sampai di Gadog. Setelah salat Zuhur, tanpa santap siang aku langsung rebah. Lelah.

Kini aku sedang memikirkan sesuatu. Tentang mengapa alam ini tak ada istirahatnya. Apa memang kodratnya seperti Sang Penciptanya itu sendiri? Spekulasi mengembang di otakku. Neuron-neuron menggeliat dan belingsatan membawa informasi untuk menjawabnya. Apa iya zaman es yang dulu membekukan seantero bumi adalah waktu istirahatnya alam?

Bahkan aku belum menyinggung semesta. Karena, ketika keduanya digabungkan, alam dan semesta, itu artinya seisi dunia. Tak cuma tempat kita tinggal, namun juga planet tetangga: Venus dan Mars, plus sahabat Matahari yang sama-sama masuk planet dalam atau terrestrial: Merkurius. Dan jangan lupakan kelompok planet Jovian: JuSaUraNe. Masih ada planet katai, salah satunya ya mantan anggota tata surya, si Pluto itu. Masih ada galaksi lain. Dan masih ada inti semesta: sesuatu yang disebut lubang hitam supermasif. Dan kita sekecil apa?

Dan mereka tak beristirahat!
Dan itu artinya kita ini tak ada apa-apanya!

Suara azan Zuhur membuyarkan perenunganku. Lekas kumelangkah menuju rumahku. Menuju keran air untuk berwudu. Lantas kuambil sarung dan peci, lalu aku bergegas ke masjid.
Selesai salat, ngantuk mulai mendera. Rasa-rasanya tubuhku masih remuk tak keruan. Berarti aku masih butuh istirahat. Tapi aku mau makan dulu. Lapar, hehe.

(perjalanan pulang [yang sesungguhnya] ke Bekasi, 29 Desember 2015. Aku benar-benar butuh istirahat.)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)