#sedikitrangkaiankata 56: Perjalanan, molekul 2 (habis)

Setelah usai pertemuanku dan Ayah dengan saudara di Cirebon, aku, Ayah, dan Bibi (adik Ayah) serta suaminya, memutuskan untuk langsung pergi ke Serang. Kami mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Salah satu adik Ayah sedang sakit yang cukup parah, dan di rawat inap di RSUD Serang, Banten. Maka kami segera meluncur ke sana.
Walaupun sebelumnya aku jalan-jalan ke Pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, tapi rasa-rasanya suasana pantai itu lenyap seketika dari pikiran.
Melewati ruas tol Cipali sampai ujungnya, benar-benar ujung: masuk ke Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, yang artinya hampir dua ratus kilometer tanpa henti, aku menikmati perjalanan yang unik. Tol Cipali yang masih lengang saat itu dapat dilewati dengan cepat. Di kanan-kiri, semuanya terhampar kebun atau sawah, bergantian.
Ketika mulai memasuki daerah Jababeka, Cikarang, itu artinya semua pemandangan itu akan berakhir. Setelahnya, semua serempak berubah: gedung, gedung, dan gedung. Pohon-pohon hanya selingan saja. Apalagi kalau sudah masuk tol dalam kota Jakarta, mana ada pohon tepat di kanan-kiri?
Pindah ke Tol Jakarta-Tangerang dan diteruskan dengan Tol Tangerang-Merak. Kurang lebih sudah tiga ratusan kilometer ditempuh. Pemandangannya mulai berubah lagi dari gedung, gedung dan gedung, menjadi hamparan sawah dan kebun lagi. Tetap berbeda, memang.
Ternyata perjalanan sepanjang itu bisa dilalui hanya dalam waktu seputaran 6 jam, karena jalan yang tidak terlalu padat. Wajar, masih suasana lebaran. Termasuk di Tol Dalkot Jakarta yang biasanya selalu padat.
Dan sampailah kami di RSUD Dr. Dradjat Prawiranegara.

***

Perjalananku berakhir ketika sampai di rumahku di Bekasi pada pukul setengah dua belas malam. Kembali dari Serang pada waktu jelang Maghrib, suasananya berubah lagi. Benderang matahari lenyap dan terganti oleh bulan yang samar di balik awan kelam. Gelap. Terang tentu didapat dari lampu-lampu mobil yang melewati tol Jakarta-Merak itu.
Kalau saat perjalanan menuju Serang jalurnya adalah Tol Cipali, Tol Cikampek, Tol Dalam Kota Jakarta/Tol Lingkar Dalam, dan diakhiri di Tol Jakarta-Merak, saat pulang berubah sedikit. Tol Lingkar Dalam diganti dengan Tol Lingkar Luar, karena menuju rumahku di daerah Jatiasih. Ada sedikit kesalahan, gara-gara aku. Setelah pindah ke ruas tol Lingkar Luar, kami malah pindah lagi ke ruas tol Jakarta-Serpong. Walhasil, kami muter-muter sebentar di sana. Keluar di gerbang tol Pondok Ranji untuk kemudian masuk lagi, kembali ke Tol Lingkar Luar.

Rendang lezat di rumah telah menanti.

Comments

  1. ka, ditahun 2016 ini gue pengen banget belajar nulis2 gitu, tapi kalo kata kaka, gue mulai dari mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. belajar nulis ya dengan menulis. banyak2 baca buat nambah khazanah kosakata bahasa lu

      Delete
  2. tapi vocab gue masih cetek ka. dan gue bingung mulai dari mana

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)