#sedikitrangkaiankata 65: Insan Cendekia: I-Care

Islam peduli, Insan Cendekia peduli, kami peduli!

Itulah moto acara bakti sosial tahunan yang diadakan oleh OS-Cendekia (bukan anak IC/ICS? Kalau sudah baca artikel itu akan tahu apa itu OS-C). Acara tersebut memilih satu nama ketimbang memakai hanya istilah "Bakti Sosial". Nama tersebut adalah I-Care, yang merupakan kependekan dari Islam Care. Tapi, sebenarnya bisa juga dipanjangkan menjadi Insancendekia Care, dan dapat diartikan secara harafiah dari bahasa Inggris: I-Care means "aku peduli".


Acara ini tak kalah meriah dengan acara Sonlis. Acara yang pada awalnya didapuk kepada ketua dua ini menjadi terasa lebih luar biasa karena lebih banyak melibatkan unsur-unsur masyarakat sekitar. Acara ini setiap tahun selalu disambut baik oleh warga yang kami (panitia) berikan bantuan (dan yang pasti setiap tahun selalu mendapatkan bantuan adalah warga Kampung Cadasmapar, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan; tetangga setia kami).

Saya dapat menceritakan lebih banyak detil untuk acara ini, karena selama dua tahun acara tersebut ada saat saya masih di ICS (2015 dan 2016), saya didaulat untuk mengemban amanah dalam Badan Pengurus Harian (baca ini untuk mengetahui apa itu BPH). Selamat membaca. Tarik napas, dan bersiaplah untuk cerita yang lebih panjang dari cerita saya tentang Sonlis 😊😊😊

Pracerita
Susunan BPH I-Care (jika belum mengalami perubahan) terdiri atas
Ketua, wakil ketua, manajer acara (EM; Event Manager) (bersama ketua dan wakilnya saling bahu-membahu mengurusi I-Care), sekretaris dua orang, bendahara dua orang.
Koordinasi kepanitiaan dibagi menjadi dua belas seksi. Masing-masing memiliki koordinator dan wakilnya. Seksi tersebut terdiri atas
empat kelompok panitia acara, yaitu seksi Distribusi Bahan Pangan dan Sandang, s. Pengobatan Gratis, s. Khitanan Massal, dan s. Pemberian Bantuan Pendidikan, dan delapan kelompok panitia nonacara, yaitu s. Hubungan Masyarakat (seksi yang menurut saya PALING PENTING di antara seksi lainnya), s. Publikasi, s. Konsumsi, s. Akomodasi, s. Penggalangan Dana (Hubungan Masyarakat Internal), s. Perlengkapan/PLKP (PALING PENTING nomor dua HEHE), s. Dokumemtasi (entah mengapa saya berpikir ini paling penting nomor tiga), dan s. Multimedia.

(tambahan untuk melengkapi cerita itu, susunan panitia I-Care dan Sonlis pada dasarnya tidak terlalu berbeda)

I-Care 2015
Paket sembako berjumlah kurang lebih 750 buah di Gedung Serba Guna MAN ICS.

Kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan lalu tempuhlah jalan tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Allah bagi yang berpikir.” (Terjemah Alquran Surat An-Nahl [16]:68)

Ketua acara I-Care 2015 bernama Fakhriansyah Wijaya (kakak keren ini sekarang kuliah ilmu teknologi nuklir). Wakilnya Kak Andra (kuliah metalurgi di Kota Kembang), event manager (EM) dipegang oleh Kak Ghiyats (sekarang menjadi kakak tingkat saya 😁), sekretarisnya Kak Caka (lagi belajar di Djokdja) dan saya sendiri (sekarang jadi calon dokter gigi), dan bendaharanya Kak Virda (sedang menuntut ilmu di Jatinangor) dan Nahrul (kawan saya ini sedang "ngambis" di FMIPA di salah satu PT di Bandung). Ada Kak Taufik sebagai koordinator seksi publikasi (calon dokter di PT yang sama dengan saya) dan Kak Caca (anak FTTM) sebagai koordinator seksi humas.

Kami sudah mempersiapkan acara ini sejak kurang lebih sembilan bulan sebelum acara puncak tanggal 2---3 Mei 2015. Saya sendiri direkrut untuk menjadi sekretaris dua kurang lebih bulan September 2014.

Walaupun pekerjaan saya yang sesungguhnya sebagai sekretaris saya rasakan sendiri kurang maksimal, tapi memang tujuan utamanya bukan itu. Saya dan Nahrul diangkat jadi BPH untuk belajar dengan baik; mempelajari segala hal tentang I-Care ini, agar nanti ketika mempersiapkan acara tahun selanjutnya, kami dapat berbagi cerita kepada kepanitiaan selanjutnya.

Acara di I-Care ada banyak (sama dengan Sonlis). Dalam rangkaian yang terdiri dari acara prapuncak dan puncak, SLB Ceria menjadi acara pertama yang kami laksanakan.
Saat itu sedang libur Ujian Nasional. Tepatnya tanggal 16 April 2015, saya berangkat dari rumah di daerah Kota Bekasi untuk mengikuti acara tersebut.

Acara cukup meriah. Saya dan Fitra (kami berdua perwakilan kelas X saat itu) bersama Kak Fakhri, Kak Ghiyats, dan kakak-kakak lainnya antusias mengikuti kegiatan tak terstruktur yang kami lakukan di SKh (Sekolah Khusus) Assalaam 02. Kami diajak sadar untuk mensyukuri nikmat Allah swt. yang teramat besar. Diminta lebih mengerti keadaan orang lain, meningkatkan kepedulian terhadap para penyandang disabilitas mental, dan memaksimalkan diri sesuai potensi kami masing-masing. Bersama-sama dengan kawan-kawan peserta didik di sekolah tersebut, kami asyik bernyanyi dan berbagi cerita bersama. Setelah acara usai, kami pun memberikan bingkisan dan kenang-kenangan kepada kepala sekolah.

(Eh, pulang-pulang, saya dan Fitra kehujanan dan basah kuyup! 😂)

Acara kedua yang saya ikuti adalah Tour de Orphanage (disingkat TDO), kurang lebih artinya kunjungan ke para orang yatim-piatu. Ini acara khusus kelas X. Panitianya ditentukan oleh kelas masing-masing.
Saya bersama teman-teman kelas X-4 (versi matrikulasi) pun merembukkan mau seperti apa acara TDO ini. Kami mempersiapkan secara teknis pelaksanaan acara, sementara bingkisan yg akan diberikan kepada pihak panti asuhan sudah disiapkan oleh panitia inti I-Care.
Saat itu acara dimulai pukul 9 di masjid sekaligus aula Panti Asuhan Nurul Ihsan. Pada acara ini, kami mengetahui adanya kegiatan pemberdayaan bermanfaat secara finansial dan maksimalisasi keterampilan. Ada budidaya jamur merang dan kebun yang rindang. Mereka juga berasrama.
Kami pun turut berbagi keceriaan dengan mengadakan game yang menghibur.

Acara ketiga (yang saya ikuti) adalah rangkaian acara puncak, yang terdiri dari Distribusi Bahan Pangan dan Sandang, Pemberian Bantuann Pendidikan (saat itu bernama Beasiswa), Donor Darah, Khitanan Massal, dan Pengobatan Gratis. Pada tahun itu, acara puncak di luar ICS diadakan di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

(secara mendetail, bagian yg tidak jauh berbeda akan saya ceritakan selanjutnya)

Nah, itu tadi serangkaian acara I-Care pada tahun 2015. Mari kita tengok acara tahun lalu!
I-Care 2016
I-Care ijooo wkwk😆

"Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjaditunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa merekatidak bersyukur?" (Terjemah Alquran Surat Yaasiin [36]:71---73)


Ini akan panjang (ceritanya), jadi silakan ambil napas dulu. Saya sengaja tidak memotong-motong tulisan ini menjadi beberapa bagian.
Azzam Jihad Ulhaq adalah sang ketua I-Care 2016, yang sekarang kuliah di Surabaya. Saya wakilnya (tadinya saya yang akan jadi ketua I-Care hehehehehe), kemudian Muhammad Ajrurridha didapuk jadi EM dan sekarang kuliah di Al-Azhar Assyarif Kairo, Mesir. Ada Anindyajati Irianingrum Widyadhana (dipanggil Dhana) naks PKN STAN yang ketika itu menjadi bendahara didampingi Ahmad Habib Burhanuddin. Kemudian... (wait, where is the secretary?) ada Himmaty Muyassarah sang hafizah yang jadi koordinator humas (mastah cari uang HAHAHA) dibarengi Afif Noer Setyawan (ada M. Ichlasul Amal Bakhri juga untuk humas internal) dan M. Akbar Ramdhani anak UGM (lagi-lagi) yang didaulat jadi pemimpin seksi publikasi didampingi Zahra Putri anak UGM juga hihiw.

Langsung dimulai saja!

Kunjungan ke Rumah Sakit
Ini acara baru!
Di tahun 2016 itu, kami, panitia I-Care, berkesempatan mengunjungi RSUD Kota Tangerang Selatan untuk memberikan beberapa paket bingkisan. Saat itu saya, Azzam, Ridha, Rifqi Zein, dan Luthfi bersama-sama membawa tiga puluhan paket bingkisan bagi pasien rawat inap yang membutuhkan. Acara berlangsung biasa saja (karena memang tidak diatur untuk menjadi meriah) namun kami bersyukur dapat berbagi dan melihat senyum semringah dari para pasien ranap yang kami berikan bingkisan.

Tour de Orphanage (lagi)
Kali ini, saya bertugas untuk menemani kawan-kawan dari kelas X-1 (Stalforza) bersama Jihan.
Secara umum, saya memang mengatur seluruh persiapan acara TDO ini. Saya pun bertanggung jawab atas kelancaran seluruh kegiatan TDO di delapan panti asuhan (ya, tahun itu delapan, bertambah dua dari tahun sebelumnya).
Sebelum acara dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 April 2016, saya dan beberapa anak sudah melakukan survey lokasi terlebih dahulu. Panti asuhan yang akan kami kunjungi adalah Panti Asuhan Al-Amanah yang terletak di daerah Perumahan Reni Jaya, Pamulang. Setelah berjuang mencari lokasi panti tersebut, saat itu kami akhirnya sampai dan disambut dengan baik oleh ibu asuh di sana.
Panti asuhannya cukup luas. Dengan jumlah orang yang dapat ditampung mencapai kurang lebih enam puluh orang, panti asuhan tersebut sedang membangun lantai dua untuk semakin melancarkan kegiatan operasional panti.
Alhamdulillah, ketika kami (saya, Jihan, dan kelas X-1) yang berjumlah kurang lebih 25 orang melaksanakan acara TDO di sana, bangunan di lantai dua tersebut telah selesai dan dapat kami gunakan untuk mengadakan acara ramah tamah bersama.
Sayangnya, ketika sebentar lagi kami pulang (selesai acara di sana), ketika jelang pemberian bingkisan, kami baru sadar bahwa ternyata goodie/tote bag yang kami bawa jumlahnya KURANG. -_- Walhasil kami memohon maaf kepada bapak-ibu asuh karena hal tersebut dan menyampaikan rencana kami untuk menyerahkan sisa bingkisan di waktu yang menyusul.

SLB Ceria
"Wah, kok mendadak sih, Mas? Kan seharusnya udah ngasih tahu dari jauh-jauh hari."

Itulah sedikit kutipan ucapan Bu Ami, pengurus SKh Assalaam 02 yang cukup kaget (padahal saya juga kaget) ketika baru memberi kabar akan melakukan kunjungan ke Assalaam esok harinya (tanggal 18 April). Terjadi sedikit miskomunikasi antara saya dan Akbar selaku mas-mas publikasi. Namun ketika sudah disanggupi oleh Bu Ami, kami pun bersyukur dan tidak menghiraukan hal tersebut. Kami insya Allah sudah siap untuk menyambangi (lagi) sekolah bagi penyandang disabilitas mental tersebut.
Para panitia SLB Ceria. Walau kepanasan, kami tetap "bersemangat"😅
Bhonus.

Alhamdulillah, acara dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang cukup berarti. Saya dan kawan-kawan pulang dengan lelah dan keinginan yang kuat untuk beristirahat HEHEHE.

Puncak Acara
Alhamdulillah, sampailah kami pada puncak acara I-Care 2016.

Mau baca tulisan panjang ini? Asli, ini bakal panjang!

Paaaaaaaaaaaaaaaaaaaanjaaaaaaaaaaaaaaaaangg iniiiiiiii *abaikansaja*

Sebagai wakil ketua yang jadi "tukang" backup Azzam (terutama karena dia juga sibuk siap-siap kuliah ke Jepang, walau sekarang gak jadi😅), saya ikut bersyukur luar biasa ketika rangkaian acara akhirnya selesai.
Acara dimulai dengan pelaksanaan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Unit Donor Darah PMI Kota Tangerang Selatan. Acara diadakan di hari ketika KBM aktif, yaitu hari Jumat tanggal 22 April. Sebenarnya acara ini tidak sesuai rencana. Hal tersebut dikarenakan adanya miskomunikasi antara Azzam-saya (maksud saya Azzam dan saya) dengan panitia Pengobatan Gratis (Donor Darah termasuk ke dalamnya). Yah, bagaimanapun, acara tetap harus berjalan dan (kami bersyukur) acara ini disambut antusiasme yang tinggi dari para siswa MAN ICS dan alumni yang menyempatkan datang.
Kemudian, setelah malam harinya berlelah-lelah mempersiapkan GSG (tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya), hari Sabtu 23 April menjadi hari awal pelaksanaan kegiatan Pembagian Bahan Pangan dan Sandang. Yang berbeda dari tahun sebelumnya, pada hari itu rasa-rasanya tidak seramai tahun lalu karena tidak ada lagi acara lain yang mendampingi acara itu di ICS (acara khitanan telah terlaksana minggu lalu, berbarengan dengan TDO di Masjid al-Muhajirin, Cimanggis, Depok, sementara acara Bantuan Pendidikan dilaksanakan di Sekolah Kolong Pelangi, Rawamangun.
Akhirnya hari puncak terakhir pun tiba. Ahad 24 April, puluhan panitia dan pekerja lepas sukses mengadakan acara akhir Pembagian Bahan Pangan dan Sandang serta Pengobatan Gratis di Desa Rawakalong, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor (lumayan jauh vroh lokasi itu ketimbang tahun lalu).
Setelah malam harinya menginap (sama seperti tahun lalu), saya jujur merasa lelah ketika waktu Subuh menjelang. Saya tidak bisa tidur karena harus "menjaga" kawan2 saya. Mungkin saya hanya terlelap sekira setengah jam. Saya sangat bergantung kepada kafein saat itu untuk meningkatkan keterjagaan saya, setidaknya hingga acara selesai.
Alhamdulillah, saya berhasil bertahan hingga menjelang Zuhur. Saya sebelumnya juga diminta untuk menjadi pembawa acara pembukaan puncak acara tersebut. Kurang lebih total paket sembako yang terbagikan adalah 1000 buah (meningkat dari tahun sebelumnya) dan jumlah bahan sandang yang diambil oleh masyarakat mencapai 2500 stel pakaian.

Syukuran Sekolah Ahad
Acara ternyata belum berakhir.
Masih ada satu acara "bonus" yang merupakan perwujudan kerja sama dengan salah satu sponsor kami (alhamdulillah kami mendapatkan sangat banyak dukungan dari masyarakat, terutama para orang tua peserta didik ICS). Acara yang berlangsung tepat seminggu setelah puncak acara berlangsung meriah, karena diisi riuh ramai anak-anak Sekolah Ahad (salah satu program kerja Divisi Sosial Kemasyarakatan) hehe. Saya kebetulan diminta untuk mengisi acara sebagai penyanyi. Bersama Ashari, saya membawakan lagu Laskar Pelangi dari Nidji.
Hayooo saya yang mana?

Segala puji bagi Rabb Semesta Alam.

Sungguh, menjadi panitia I-Care merupakan salah satu kebahagiaan terbesar saya selama menjadi peserta didik di MAN Insan Cendekia Serpong. Walaupun harus berlelah-lelah (karena saya benar-benar harus jeli membagi waktu mengurusi I-Care, Divisi Jurnalistik OS-C, dan urusan akademik saya), saya merasa dapat memetik dedaunan kebijaksanaan, kerendahan hati dan keikhlasan luar biasa setelah mengalami sendiri...
...berbagi dan mengasihi.


Azzam Jihad Ulhaq (yang sedang menengok ke bawah, memegang selembar kertas hijau)


Saya, Hafidz, Dhana, Ashari. Kelelahan di Kantor Desa Rawakalong


Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)