#sedikitrangkaiankata 66: Bukan Surat Cinta


Hei, kamu.
Izinkan aku petik sekuntum bunga Jade Vine di taman itu.
Izinkan aku bawakan untukmu sehelai kain dari pengrajin itu.
Izinkan aku berikan padamu kilau intan yang langsung kuambil dari tambang yang dalam itu.

Tapi,
kumohon padamu.
Jangan dahulu, jangan,
janganlah engkau menerima semua itu.
Itu memang untukmu.
Tapi jangan engkau menerimanya sekarang.
Belum waktunya.
Jangan, tanpa
tapi.

Izinkan aku berikan padamu semua itu nanti, esok atau lusa atau minggu depan, atau sebulan lagi.
Atau mungkin tahun depan, tiga tahun lagi, selustrum.
Atau bahkan sewindu lagi. Atau... entahlah.
Hei, kamu.

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)