#sedikitrangkaiankata 70: Nasyid: Memang Asyik (molekul 3, habis)

(lanjutan)

Kawan-kawan personel Putih yang lainnya kaget dalam hening. Wajah mereka juga tegang. Tapo berusaha menenangkan kami yang (gara-gara saya) kecewa atas penampilan kami. Yah, mau bagaimana lagi, ya?

Kami pun kembali masuk ke teater untuk menyaksikan penampilan tim lainnya.

Nah, saya juga mau memperkenalkan dulu tujuh kawan kami yang keren, yang bela-belain tampil demi angkatan kami.


Inilah tim dengan nama "The Power of Kepepet" yang terdiri atas

Fikri Yathir (ini sih personel Putih wkwk): Beatbox
Hafidz Muhamad (kini mahasiswa SAPPK): Bas
Achmad Yusqi Maulana (naks Unpad): Ritmis 1
Abdullah Ivan Farrahan (FTMD): Vokalis
Dzannun Fansyiari Austi (STEI): Tenor
Muhammad Rizky Ashari (anak Universitas Pertamina): Bariton
Abdurrahman Hafizhuddin (satu universitas dengan saya): Ritmis 2

Oya, kalau tim Biru membawakan lagu Insya Allah dari Maher Zain, tim The Power of Kepepet ini membawakan lagu Tebarkan Salam dari Launun. Kami (Putih) membawakan dua lagu, yaitu Anugerah Yang Terindah dari Gradasi dan Open Your Eyes dari Maher Zain.

Sejujurnya saya ingin menunjukkan video penampilan ketiga tim di atas. Hanya saja, saya merasa tidak tega untuk mengunggahnya ke internet (karena jujur saya sendiri TERTAWA ketika melihat penampilan kami semua, terutama tim The Voice of Kepepet).



*

Lomba internal I-Fun 1437 H ini saya acungi jempol, karena berhasil mendatangkan Kak Ihsan (lagi-lagi personel Snada) sebagai juri. Ini lomba dalem IC aja pake juri berpengalaman banget lho, mantav, batin saya dalam hati.

Usai lomba, saya masih merengut. Ketika lima orang personel Putih selain saya keluar teater, saya stay for some seconds untuk menjaga jarak dari mereka. Setidaknya sehari saya seperti marah pada mereka. Tapi tak lama saya sadar bahwa hal tersebut salah. Bagaimana pun, lomba telah selesai dan kami sudah menyerahkan hasilnya kepada Allah. Maka, karena kami memang "marahan" secara tidak resmi, saya pun "memaafkan" secara tak resmi pula dengan kembali berinteraksi dengan kawan-kawan saya di Putih. (Maafin gua yaaa)

*

Perjalanan kami belumlah usai.

Kami hanya tampil sekali lagi pasca I-Fun, yaitu pada acara Haji Goes to Madrasah (yang sayang sekali saya belum mendapatkan dokumentasinya 😪). Itulah penampilan terakhir kami berlima (para personel utama) selama menjadi peserta didik di Icehs.

Namun, kami masih akan berjuang, dalam langkah kami masing-masing.

Bersama Putih, saya memetik amat banyak pelajaran. Banyak kekocakan. Banyak kekompakan. Banyak kekuatan. Dan... banyak kenangan.

Pernah sekali waktu, kami latihan di kamar saya di 108 I. Waktu itu pas mau persiapan lomba di IC, kalau tidak salah. Kami semua sudah sangat mengantuk kala itu. Apalagi Tapo. Nah, si Tapo sampai mengigau dalam tidurnya (dia ketiduran pas latihan). Ketika kami sedang mengobrol biasa, tahu-tahu si Nahrul nge-beatbox (atau nyanyi kali ya) dalam kondisi tidak sadar! (saya lupa detail kejadiannya tapi kami berempat [saya, Ridha, Ferry dan Hanif] tertawa cekikikan karena hal itu).
Selain itu, kami sering membicarakan banyak hal lain kala sedang capai latihan. Banyak hal yang kami bicarakan selalu lebih sering menghapus penat kami (baik penat latihan maupun penat lainnya).
Dan juga, kami amat bahagia ketika memenangkan lomba band dan mendapat hadiah uang untuk pertama (dan sepertinya yang terakhir kalinya hahaha), dan lomba lainnya (kami juga pernah menang lomba di mabit lainnya. Saat itu membawakan lagu Abege dan Jalan-Jalan, keduanya dari Justice Voice).

Dan kebahagiaan lainnya. Dan juga kesedihan sih, hehe.

Misal mikrofon Ridha yang mendadak mati ketika tampil di Sonlis. Atau kekurangtepatan nada yang kami ambil (karena kami tidak pernah tampil menggunakan pitch pipe untuk patokan nada dasar, hehe) sehingga penampilan kami menjadi kurang maksimal. Atau tempo yang terlalu cepat atau malah terlalu lambat.

Tapi itulah yang membuat kami berlima atau bertujuh (Zhofir mengundurkan diri haha) sangat mengenang masa-masa kami tersebut😊

*

Nasyid memang asyik. Eh, itu sih judul lagu, ya. Tapi saya serius, nasyid memang asyik untuk banyak orang, apalagi saya. Memang ada yang tidak suka dengan nasyid (atau akapela), tapi rerata orang ketika mendengar alunan nada, harmonisasi dan lirik lagu-lagu nasyid, akan tersentuh dan jatuh cinta padanya. Maka, saya amat bersyukur bisa bertemu dengan belasan orang hebat di foto di atas. Mereka yang dapat mengekspresikan diri mereka lewat nasyid.

Karena nasyid memang asyik!😃

*

"Eh, Fer, Dho (walau kamu nanti di Mesir), Po, Pul, nanti pas ada acara kumpul (entah itu roadshow IAIC atau apalah), kita tampil lagi, yuk!😆"

BONUS BONUS BONUUUS~



(belum baca molekul sebelumnya? baca di sini. klik yang ini untuk membaca molekul pertama)

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)