#sedikitrangkaiankata 74: Insan Cendekia: Axiora

Ini adalah tulisan saya pada medio Oktober---November 2015 di akun facebook saya.

(1/20) Hei, Axiora, kita sudah mendekati bulan ke 14 di Insan Cendekia. Hampir empat ratus dua puluh hari--aku menghitungnya dari saat kita datang berbondong-bondong pada bulan Ramadhan tahun lalu. Perjalanan kita hampir separuhnya. Impian lulus bersama 118 orang masih membayang, dan kita bergerak bersama untuk menjadi lebih terang benderang.

(2) Aku yakin masing-masing dari kita sudah berkontribusi, bagaimana pun bentuknya. Sekecil apapun akan berharga. Karena angkatan adalah keluarga. Apalagi kita di Insan Cendekia. Tinggal selalu bersyukur saja, dan berdoa agar tetap dibimbing oleh-Nya. #untukaxiora



(3) Ingat saat PTS dulu? Kita, diberikan jati diri awal sebagai semut. Mereka, kakak-kakak memanggil kita semut yang kuat, kompak, dan unyu. Ingat? Wah, kalau aku sih tak akan melupakannya. Bersama dengan itu, setelahnya, berlanjutlah cerita tentang kita: kita yang masih utuh 120 orang. #untukaxiora

(4) Momen pertama yang menyatukan kita setelah PTS: saat kita berkumpul untuk menentukan siapa yang akan menjadi kepala angkatan kita. Saat itu kita masih renggang, belum seakrab sekarang. Tapi semuanya tetap berjalan, hingga akhirnya kita dapatkan nama angkatan: Axiora Vandernata Eternallic.

(5) Gakic 2014, Averrous, Avicenna, semuanya adalah serangkaian acara di semester pertama kita yang kita jalani sebagai ajang untuk saling bersaing, dengan tujuan membangun kekompakan kelas. Tapi tujuan utamanya: menyatukan angkatan. Angkatan kita. #untukaxiora

(6) Azzam Jihad Ulhaq menjadi orang pertama yang mendapat tugas berat sebagai ketua sebuah acara bernama Astara. Kita telah menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 7 bulan untuk mempersiapkannya. Sukses! :D #untukaxiora

(7) Lalu, Akbar Indria Wicaksono: ketua Cordoba, kompetisi olahraga antar angkatan yang luar biasa. Saat itu kita semakin erat, menuju kekuatan yang memikat. (sayang gaada foto yang seangkatan ya hihi) #untukaxiora

(8) Mereka berdua, Akbar Indria dan Azzam Jiul kembali diangkat menjadi pemimpin acara terbesar buat Insan Cendekia Serpong: Sonic Linguistic dan I-Care 2016. Aku bukanlah siapa-siapa di keduanya, tapi dengan segala usaha, bersama 117 temanku yang lain, kami akan bekerja keras, mewujudkan acara berguna dan berkualitas! #untukaxiora

(9) Setelah satu semester berakhir, perjuangan untuk melewati ambang batas hingga titik terbawah telah kami lakukan. Masih ada yang harus memperbaiki diri. Saat itu, sampai sekarang, dan nanti. #untukaxiora

(10) Semester 2 menentukan apakah kita yang saat itu berjumlah 120 orang pantas naik kelas XI semuanya atau tidak. Ujian kita semakin terjal: akademik yang semakin sulit, persiapan Astara, Legionnaire dengan Hafidz Muhammad sebagai ketuanya, membantu kakak-kakak Eisthera Gritanefic di Sonlis dan I-Care 2015, dan seterusnya dan seterusnya, yang berhasil membuat kita hampir tiap hari tak tidur nyenyak. #untukaxiora

(11) Ditambah lagi Mujahadah (mabit), IC Award XI, dan puncaknya: I-Fun 1436 H yang sangat memberi kesan, apalagi untuk ketuanya: Zidnal Mafaz.
Kita berhasil melewati semuanya, walaupun, dua diantara kita harus berhenti lebih dulu... Tapi kita tetap bertahan, menahan kesedihan, bersiap menghadapi berbagai tantangan di depan. #untukaxiora

(12) Kini, 117 orang dari kita sedang menempuh sebuah langkah baru: bangku kelas XI atau semester 3 dan 4 di IC. Bersama dengan kesibukan kegiatan keorganisasian yang meningkat, seiring dengan tugas-tugas yang semakin membuat penat.
Ujung semester 3 sudah di depan mata. Semoga kita sanggup menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya. #untukaxiora

(13) Dulu, saat di TK, SD, hingga MTs lalu, perasaanku terhadap teman seangkatanku biasa saja. Tapi kini, aku sangat mencintainya: mencintai angkatanku, mencintai kalian, Axiora.

(14) Aku bukanlah orang yang sanggup berkata bijak, tapi izinkan aku untuk menyampaikan ini kepada kalian: Kawan, perjalanan kita masih sangat panjang. Ayo kita berjuang, bergenggaman tangan mengejar asa dan terbang, melintasi ujian sekeras karang. #untukaxiora

(15) (lima bagian lagi dan aku terlalu sulit mencari kalimat yang harus kutulis untuk teman2 Axiora)
Sanggupkah kita mewujudkan Sonlis dan I-Care tahun depan dengan sebaik-baiknya, tanpa harus mengorbankan akademis yang mestinya jadi prioritas utama?
Aku yakin kita bisa. #untukaxiora

(16) Ini, kawan, menjelang kuakhiri tulisanku, aku ingin mengajakmu untuk sadar bahwa angkatan kita masih butuh "hal-hal kecil" yang dapat membuatnya lebih erat. Hal-hal kecil apa itu? Aku juga tak tahu.
Yang jelas supaya kita bisa lebih bahagia hidup di sini, di Insan Cendekia. #untukaxiora

(17/20) Ah, sudahlah. Mungkin kau bosan membaca tulisanku. Jadi kuakhiri saja. Masih ada tiga bagian sebelum menjadi 20. Ada yang mau meneruskan? #untukaxiora
(mmm mungkin ini ceritanya kecapaian :3 )

(18/20) Doaku untuk kita semua: semoga kita bisa mengakhiri semester 3 dengan SEBAIK-BAIKNYA, dan 117 orang dari kita bisa terus melalui semester 4: bersama Sonlis, I-Care, dan lain-lainnya, dengan SEBAIK-BAIKNYA pula dan mendapat berkah dari-Nya. Aamiin... #untukaxiora

(19/20) Disini kita bertemu, mencoba untuk bersatu, senantiasa bersama, dalam suka dan duka.
Pegang erat tanganku mengarungi waktu, berlarian berjuang dan meraih cita... AXIORA...

(20/20, habis) Bagian 20: Selamat berjuang, duhai semut-semut. Walau jiwa kita tak lagi sempurna, teruslah melangkah gapai asa dan genggam dunia. TETAP SEMANGAT! #untukaxiora




Yah, ini memang tulisan lama saya. Memang sudah saya rencanakan untuk disalin ke blog ini.

51 hari jelang milad ketiga Axiora Vandernata Eternallic. Together #W3Stand !

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)