#sedikitrangkaiankata 77: Sebelum Embun Datang

Zetta berlari kencang ketika dia berhasil menemukan kembali perempuan berwajah sebening embun. Namun, semakin kencang dia berlari, semakin jauh perempuan itu pergi. Semakin tak terkejar. Semakin habis tenaga Zetta yang biasanya tak pernah lelah itu.

Zetta lalu menyerah. Pasrah akan keadaan. Mungkin tepatnya bukan pasrah, namun berserah diri. Tak biasanya dia berkata bijak, namun akhirnya ia membatin, "Kalau memang jodoh, tak akan kemana-mana."


*

Zetta membuka sebuah peti yang ditemukan olehnya di kamar salah satu teman indekosnya. Dia sudah izin pada pemiliknya. Zetta sudah penasaran dengan isi peti (atau kotak kecil) itu sejak beberapa bulan yang lalu.

Ketika dia membukanya, dia kaget.

Isi kotak itu tak banyak. Hanya selembar foto, sebuah kapal-kapalan dari kertas, sebuah botol berisi surat (namun Zetta tak dapat membuka tutup botol itu), sebuah kotak yang lebih kecil lagi (namun digembok) (kotak seukuran tempat bedak kecil), dan sebuah kertas dengan /QR code/ (Quick Response code).

Yang membuat Zetta kaget adalah selembar foto yang dia lihat. Itu adalah foto kawan kosnya dengan perempuan sebelum embun (begitulah kurang lebih Zetta menyebutnya), atau sebutan lainnya: Zafira.

*

Zafira bukan nama asli. Zetta tak pernah berani lagi menyebut nama asli perempuan sebelum embun itu sejak kepergiannya ke sebuah negara lain. Zafira adalah seorang perempuan berperawakan tinggi dengan wajah peranakan Sunda-Sumatera. Menurut banyak kawan-kawan Zetta, Zafira merupakan salah satu perempuan tercantik di kampus mereka; sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Jawa Barat.

Zetta tak mengelak. Buktinya, dia jujur ikut-ikutan menyukainya. Padahal biasanya Zetta tak suka ikut-ikutan orang tanpa sebab. Namun ada satu hal yang jadi penyebab Zetta menyukai Zafira.

Dibalik diri Zafira yang pendiam, dia menyimpan kecemerlangan yang luar biasa. Zafira pandai tiga bahasa; bahasa negaranya, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman. Kemudian, jelang kepergiannya ke sebuah negara lain, dia belajar bahasa negara tersebut dan menguasainya dengan mudah.

Indeks prestasi (IP) memang bukanlah segalanya, tapi selama dua semester pertama sebelum kepergiannya, Zafira selalu meraih IP di atas 3,5. Zetta memang tak jauh beda, tapi selalu kalah dari Zafira. Itulah hal yang mendasari kesukaan Zetta terhadapnya.

Tapi semua berubah ketika Zafira pergi, lalu perempuan berwajah sebening embun datang.

Zetta memang sudah menyirnakan perasaan aneh yang dimilikinya kepada Zafira, apalagi sejak dia kenal dengan embun itu. Namun foto Zafira dengan teman kos Zetta membuat semua perasaan itu kembali.

Namun ketika Zetta mengingat betapa lelahnya dia mengejar embun, dia memutuskan untuk tidak menelusuri lebih jauh soal Zafira dan teman kos Zetta itu. "Sudahlah," kata Zetta.

Kemudian dia kembali mengejar embun. Tidak hari itu, tapi nanti.

(ini tulisan apa sih? 😑 maafkan saya yang gabut ini)

Comments

  1. hmm, zetta itu nama khas salah satu anak astonic wkwk ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah maaf, tidak ada unsur kesengajaan kok, Kak hehe. Ini cerita fiksi :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)