#sedikitrangkaiankata 78: Bulan di Matamu

Hei, kamu.
Selamat malam aku ucapkan dari rumahku yang sederhana ini.
Selamat malam aku sampaikan tatkala aku memandangi bulan.

Ketika aku berada di hadapanmu,
semua kata-kata yang tadinya hendak terucap
hilang, musnah lenyap
Pergi kemana aku pun tak tahu
padahal aku sudah siapkan berminggu-minggu.

Ketika aku tak sengaja memandang matamu,
seluruh langit gelap. Pudar. Kalah.
Matamu yang elok bagai bulan membuat semua pudar
Mungkin bulan pindah ke matamu
Mungkin bulan memang ada di matamu.

Selamat siang aku sampaikan padamu tatkala tiada bulan untuk dipandang
Selamat siang, yang cerahnya luluh oleh matamu yang indah bagai bulan
Hei, kamu.

(sedang belajar menulis puisi)

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)