#sedikitrangkaiankata 83: Kamu Namanya Siapa?

Kamu, yang sedang membaca ini.

Bolehkah aku tahu siapa namamu? Terserah kamu mau memberitahukan saya nama asli lengkap, hanya nama panggilan, nama pena lengkap, nama pena panggilan, atau nama apa pun yang dapat mendeskripsikan dirimu.


Karena apa pun namamu, kamu adalah manusia.

Dan semua manusia pada hakikatnya adalah sama.

*

Kamu adalah manusia.

Manusia diciptakan Allah swt. dari segumpal darah. Yang kemudian berkembang menjadi fetus hingga lahir ke dunia. Manusia dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Manusia dengan segala kekurangan.

Manusia tanpa daya.

Manusia yang selalu butuh pertolongan.

Manusia yang jika mengalami kesulitan (mungkin manusia memang selalu mengalaminya) seharusnya selalu mengadu kepada-Nya.

Kamu adalah manusia.

Manusia diberikan akal. Akal yang sama. Semua. Semuanya sama. Saya/aku/gua/aye/ane, Anda/kamu/lu/sia/ente, dan yang lain. Tidak dibeda-bedakan oleh-Nya.

Yang membedakan akal manusia adalah bagaimana cara menggunakannya.

Yang membedakan mereka adalah bagaimana kebermanfaatannya bagi kehidupan.

Yang membedakan mereka adalah apakah akal itu digunakan untuk kebaikan?

Kamu adalah manusia.

Aku juga manusia. Yang lain, yang punya mata-hidung-telinga-mulut-kulit-akalyangbaik, juga manusia. Walau gen pada setiap manusia berbeda-beda, beberapa dari kita tetap dipersatukan oleh tujuan yang sama.

Yang membedakan manusia sejujurnya hampir tak ada.

Yang membuat perbedaan itu kebanyakan adalah diri kita sendiri.

Oh, tidak, sih. Yang membuat perbedaan itu adalah Dia, Sang Maha Penguasa.

Yaa ayyuha an-naasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wa untsa wa ja'alnaakum syu'uuban wa qabaa-ila li ta'aarafu. Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan engkau sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan engkau sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya engkau saling mengenal. (Kutipan ayat dan terjemah Surat Al-Hujurat [49]: 13)

*

Maka, agar kita saling mengenal, saya berharap Anda yang baru saja membaca ini untuk meninggalkan jejak berupa nama, akun Instagram dan laman blog (jika ada) di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)