#sedikitrangkaiankata 86: Insan Cendekia: Organisasi (molekul 1 dari 4)

Organisasi Siswa Cendekia (OS-Cendekia) merupakan nama dari OSIS pada MAN Icehs. Dikutip dari laman resminya, OS-Cendekia dikatakan sudah berdiri sejak awal madrasah aliyah itu ada. Sejarah lengkapnya insya Allah akan saya ceritakan pada #serangkaikata (nama baru untuk kumpulan karya nonilmiah yang saya) nanti. Rangkaian cerita ini adalah pengalaman saya dan kawan2 OS-C masa bakti 2014--2015 dan 2015--2016.


Malam itu, 21 Agustus 2014, saya kaget ketika dibangunkan oleh salah satu kakak kelas pada sekitar pukul setengah satu dini hari. Dengan perlahan saya turun dari ranjang saya yang terletak di atas lalu mencuci muka sebentar.

Saya berjalan menuju lantai 2 gedung asrama saya yang saat itu sepertinya sengaja dibuat gelap semua di area koridor. Kemudian saya memasuki living room (ruangan tempat belajar bersama atau melakukan kegiatan lain di asrama) yang sudah ada beberapa kakak kelas lain di sana (yang kuingat ada Kak Ghiyats dan Kak Mujahid). Kak Mujahid menyampaikan kepada saya bahwa saya "diterima" menjadi salah satu pengurus divisi kedisiplinan OS-C.

*

Beberapa hari sebelumnya, saya dan puluhan kawan-kawan seangkatan mengikuti perekrutan massal pengurus OS-C yang diadakan di sekitar Saung Iman (tempat anak-anak Icehs biasa jajan selain di Kopinma). Saya awalnya bingung untuk memilih divisi mana saja dari sebelas divisi yang ada di OS-C untuk saya ikuti tes rekrutmennya. Pas mau ke divisi jurnalistik, lha kok ada tes fotonya sementara saya belum pernah sekali pun memegang kamera SLR. Akhirnya saya bertandang ke ex-New Saung yang jadi tempat beberapa divisi keasramaan melakukan rekrutmen.

Divisi yang pertama saya kunjungi adalah divisi iman dan takwa (IMTAK), divisi yang hampir sebagian besar pekerjaannya berpusat di Masjid Ulil Albab (masjid madrasah). Saya kepengen "lebih aktif di masjid", itu salah satu alasan yang saya kemukakan ke Kak Ghiyats saat itu. Serangkaian tes alhamdulillah dapat saya lalui dengan cukup lancar.

Kemudian saya berkunjung ke divisi kedisiplinan. Hanya ditanya beberapa pertanyaan saja. Saya diminta menjelaskan mengenai motivasi saya untuk mengajukan diri menjadi pengurus divisi kedisiplinan.

*

Laporan pertanggungjawaban merupakan pencerahan pertama saya mengenai keorganisasian. Betapa jika ada satu saja program yang sudah direncanakan tak terlaksana, hal tersebut haruslah dijelaskan penyebabnya dan diberikan solusinya untuk masa yang akan datang.

Biasanya, LPJ (singkatan dari laporan pertanggungjawaban) dilaksanakan di gedung serbaguna (GSG). Namun, dikarenakan proses pembangunan gedung B baru saja aktif berjalan, LPJ pun dilaksanakan di masjid mengingat GSG menjadi tempat mengungsi sebagian besar perabot.

Saat itu, saya "iseng" bertanya mengenai salah satu program divisi bahasa yang dirasa kurang terasa, yaitu mengenai pencatatan pelanggar pada Language Fun Day. Walau saya waktu itu belum tahu secara mendetail, setidaknya rasa "deg-degan" dan keingintahuan saya cukup terjawab oleh Kak Azzam.

*

Dan, tepat saat upacara peringatan hari kemerdekaan NKRI ke-69, saya dan puluhan pengurus baru OS-C resmi dilantik.

Menjadi pengurus OS-C pada masing-masing divisi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Yang jelas, beban diri pun bertambah: selain harus belajar di kelas juga harus "belajar di lapangan" mengenai aktivitas keorganisasian.

Saya bersama Haris Abdul Majid (nanti dia akan jadi "bos") dan Dany M Daffa (dia juga akan jadi bos, kini kuliah di FK Unpad) menjadi anak-anak baru pada divisi kedisiplinan OS-C (saat itu saya belum mengenal anak-anak ceweknya yang kelas X, yaitu Rizka Dwi Aulia [ini lagi-lagi juga akan jadi bos] dan Putri Hanindyawati [kini kuliah di Politeknik Keuangan Negara STAN]). Oya, ada lagi dua orang yang menjadi bagian dari MPS. MPS merupakan kependekan dari Majelis Permusyawaratan Siswa; di madrasah atau sekolah lain populer dengan istilah MPK atau (Majelis Permusyawaratan Kelas) atau hanya PK saja. Dua orang anggota MPS tersebut adalah Zafrans Gumanti (kini menjadi mahasiswa Unpad jurusan HI) dan Siti Adijatiningsih Wanggita Sirfefa (kini satu universitas dengan saya, jurusannya sama dengan Zafrans).

Kami berlima akan menghadapi tantangan baru untuk memanajeri diri sendiri dan tugas-tugas bersama di OS-C atau MPS. Oh, tidak hanya kami berlima deh, tapi seratusan pengurus yang lain juga.

Tantangan yang tidak mudah.

*

Berikut ini adalah susunan keorganisasian pada OS-C.

Ada BPH yang terdiri atas ketua, tiga ketua bidang, dua orang sekretaris dan dua orang bendahara.

Tiga ketua bidang terdiri dari ketua bidang keasramaan dan IMTAK, ketua bidang kemasyarakatan dan IPTEK, dan ketua bidang minat bakat.

Ketua bidang keasramaan dan IMTAK yang disebut sebagai "ketua 1" mengomandoi empat divisi, yaitu divisi kedisiplinan (divisi tempat saya berada pada saat saya kelas X), divisi IMTAK, divisi lingkungan, dan divisi PPBN (Pendidikan Pendahuluan Bela Negara).

Ketua bidang kemasyarakatan dan IPTEK atau ketua 2 membawahi tiga divisi, terdiri dari divisi humas (hubungan masyarakat), sosmas (sosial masyarakat) dan IPTEK.

Ketua bidang minat bakat (lebih akrab disebut DMBH, Divisi Minat dan Bakat Hebat) atau ketua 3 mengetuai empat divisi, yaitu divisi jurnalistik (divisi yang saya koordinasikan pada saat saya kelas XI [/lho?!]), divisi seni dan budaya, divisi olahraga, dan divisi bahasa.

(bersambung ke molekul selanjutnya)

Comments

Popular posts from this blog

Keuntungan dan Kerugian Diplomasi dan Konfontrasi pada Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Siapa itu: Abdulkadir Widjojoatmodjo dan Sultan Abdulhamid II (Sultan Hamid II)